Penumpang Angkutan Umum Turun 70 Persen

Penumpang Angkutan Umum Turun 70 Persen – Efek dari jarak sosial dan kebijakan kerja-dari-rumah telah menciptakan penurunan yang signifikan dalam jumlah penumpang angkutan umum, Departemen Perhubungan melaporkan.

“Ada penurunan sekitar 40 hingga 70 persen,” kata juru bicara kementerian itu, Adita Irawati dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterbitkan oleh kementerian tersebut pada Jumat.

Pernyataan itu mengatakan kementerian telah mengikuti panggilan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menjauhkan sosial, dengan menerapkan langkah-langkah seperti itu di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api dan terminal bus.

“Penurunan jumlah penumpang adalah bagian dari upaya untuk mengurangi keramaian dan mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut,” kata Irawati, seraya menambahkan bahwa penurunan jumlah penumpang mengindikasikan bahwa strategi untuk mengurangi mobilitas masyarakat untuk menghalangi virus telah terjadi. berhasil. Game Kartu PC

Pada Jumat sore, jumlah korban jiwa Indonesia dari COVID-19 telah meningkat menjadi 32 sementara jumlah orang yang terinfeksi telah mencapai 369. Jakarta telah mencatat jumlah kematian tertinggi di negara ini dengan 18 kematian.

Adita menjelaskan bahwa kementerian juga telah memerintahkan operator transportasi untuk sering melakukan pembersihan menyeluruh menggunakan desinfektan, menyediakan pembersih tangan dan masker untuk penumpang yang sakit dan mengukur suhu tubuh karyawan dan penumpang sebelum mereka naik alat transportasi umum apa pun.

Dia mengatakan kementerian telah memberlakukan langkah-langkah lain pada transportasi umum seperti menjaga jarak antara penumpang dan membatasi jumlah penumpang di atas hanya 50 persen dari kapasitas.

Untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya mengekang penyebaran COVID-19, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan agen transportasi regional.

Mematuhi seruan pejabat tinggi untuk sosial jarak, Dinas Perhubungan Jakarta juga telah mengeluarkan pernyataan publik untuk operator transportasi umum kota untuk meningkatkan alarm terhadap transmisi COVID-19.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan kepada Post bahwa jumlah penumpang pada bus Transjakarta telah menurun sekitar 50 persen menjadi 501.126, sebagaimana dicatat pada hari Kamis. Bus transjakarta biasanya mengangkut lebih dari 1 juta penumpang per hari.

Jumlah penumpang LRT turun menjadi 1.246 pada hari Kamis dari biasanya 4.000 penumpang per hari.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga melaporkan bahwa jumlah penumpang MRT menukik hingga 28.000 orang per hari, turun sekitar 72 persen dari 100.000 penumpang biasa.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) juga mengalami penurunan setelah wabah COVID-19 menghantam kota. Juru bicara KCI Anne Purba mengatakan jumlah penumpang di kereta komuter kota telah turun hingga 50 persen.

“Kami hanya mengangkut sekitar 550.000 penumpang pada hari Kamis, lebih sedikit dari biasanya 1 juta penumpang sehari,” katanya kepada Post.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *